Ust. Fatih Aliya, Al Hafidz
Sesungguhnya Kami-lah yang
menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Qs. Al
Hijr : 9)
A. MUQADDIMAH
Allah SWT Rabb Yang Maha Esa, dalam
ayat tersebut menyebut diri-Nya dengan kata “KAMI” (Kami-lah yang menurunkan
Al Quran) bukan “Aku” karena saat menurunkan
Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW, Allah SWT melibatkan makhluq-Nya
yang sangat mulia, Malaikat Jibril. Demikian pula saat Allah SWT
memeilihara Al Quran, Allah SWT menyebut diri-Nya dengan kata “KAMI” (Kami
benar-benar memeliharanya) bukan “Aku” karena saat
memelihara Al Quran Allah-pun melibatkan makhluq-Nya yang lain.
Siapakah makhluq yang kemulyaannya disejajarkan dengan Malaikat Jibril dan
sangat dekat kepada Allah SWT, yang dilibatkan Allah dalam memelihara Al Quran?
Mereka itulah Huffadz yaitu para Hafidz/Hafidzah penghafal
Al-Quran.
B. MENGHAFAL AL QURAN SEPERTI SEDANG
BELAJAR NAIK SEPEDA.
Jarak 30 Km terasa amat sangat jauh
untuk ditempuh. Terasa amat sempit jalan raya yang harus dilalui. Terlihat
menyeramkan ; pohon, parit dan sungai di kiri dan kanan jalan. Terasa amat
sangat panas suhu udara di pegunungan. Jatuh, bangun, jatuh, bangun, kadang
harus tergores bahkan terluka karena ingin bisa. Tetapi begitu sudah PANDAI
NAIK SEPEDA, derita itu betul-betul terbayar. Rasa haru, senang dan bangga
meliputinya. Jarak 30 Km terasa amat sangat dekat. Jalan raya terlihat sangat
luas. Pohon, parit dan sungai di kiri dan kanan jalan terlihat indah seperti
dalam lukisan. Suhu udara pegunungan begitu sejuk menyegarkan.
Begitulah ujian orang yang ingin
menghafal Al Quran. Belum mulai saja sudah diliputi rasa was-was, takut dan
khawatir yang berlebihan. Menghafal satu, dua ayat saja terasa sulit, apalagi
menghafal satu atau dua juz terasa amat sangat berat dan melelahkan. Tetapi
bila sudah bisa dan terbiasa menghafalnya, memasuki juz 11,12 dst.,
SUBHANALLAH, amat sangat mudah dan menyenangkan. Subhanallah… andaikan Al Quran
60 Juz pun pasti akan kami hafalkan…Begitulah desahan Ahli Al Quran. (Motivasi
Al Hafidz Syekh Arsyad Dahlan,Lc, SH.I, SE., Konsultan Ponpes Al Ishlah, Grand
Opening “Tahfidz Mandiri”, Ahad, 12/03 2017).
Ya Allah Ya Rabbana ! Begitu
mulianya mereka yang sedang berusaha menghafal Al Quran. Usaha
dan jerih payahnya berpahala seperti jihad fi sabilillah di medan perang ;
apalagi mereka yang sudah hafal Al Quran, boleh mengajak serta 70
orang yang dicintainya mengiringinya masuk surga karena Al Quran. Memakaikan
jubah kebesaran dan mahkota surga kepada orang tua, guru dan orang-orang yang
membantunya menghafalkan Al Quran.
C. KISAH INSPIRATIF; SUDAH
LANJUT USIA MUNGKINKAH BISA HAFAL QURAN ?
- Abdullah Musa, Jeddah, hafal Quran setelah usia 70th
(Voa Islam)
- Ummu Shaleh, baru belajar Quran usia 70th dan jadi
Hafidzah (Hafal Quran) usia 82 th (Majalah Ad Da’wah)
- Dr. Abdullah, Pakistan, Seorang ahli medis dan
konglomerat, saat kunjungan ke Al Ishlah, beliau berkata “saya sangat
bersyukur dan bangga bukan karena sukses jadi sarjana atau konglomerat
tapi karena 5 dari 6 anak saya sudah menjadi hafidz Al Quran”.
- Ummu Mujahid (Makasar), hafal Quran setelah 11 anaknya
menjadi Hafidz/Hafidzah.
- Kakek dari Medan, ikut program Tahfidz usia 78th
sebelum memulai menghafal Quran dia berdo’a, “Ya Allah, usiaku tinggal
sedikit lagi, aku ingin hafal Quran, setelah aku jadi hafidz aku siap
Engkau cabut nyawaku kapanpun Engkau mau!”. Akhirnya usia 80th beliau
hafal, saat sujud syukur setelah dinyatakan LULUS/WISUDA, beliau wafat dalam
sujudnya.
- Afkar Muzakki, kelas X SMA (tanpa tinggal di
Pesantren), selain juara Olimpiade Since, kini sudah hafal 22 Juz.
- Dari kehidupan desa yang sangat sederhana, kemudian
menjadi hafidz, Ust. A. Dahlan, menjadi milliarder, memiliki rumah sakit
besar, supermarket, villa. 15 Ha. lahan peternakan, lahan untuk lembaga
pendidikan dan lain-lain.
D. SYARAT MENGHAFAL AL QURAN
1, Niat semata-mata karena Allah, dan sebagai jawaban atas pertanyaan Allah SWT dalam Qs. Al
Qamar :17, 22, 32, dan 40.
“Dan sesungguhnya telah Kami
mudahkan Al Quran untuk pelajaran (dihafal), maka adakah orang yang
mengambil pelajaran?”
Labbaik Ya Allah, ada…. KAMI Ya
Allah….
2. Minta maaf ; ridlo dan restu orang tua/wali/suami, karena belajar
Tahfidz termasuk perjuangan besar.
3. Berusaha membersihkan hati dari
dosa ; (karena hatinya ingin di-isi dengan
Al Quran. Al Quran merupakan Nurullah (cahaya Allah) dan cahaya Allah
tidak akan melekat pada hati yang penuh dosa).
4. Cintai Al Quran ; dengan menjadikan bacaan Al Quran sebagai amalan
menyenangkan sehari-hari. Indikator cinta Al Quran ;
- Quran dulu
; sebelum shalat atau aktifitas lainnya diawali dengan membaca Al Quran.
- Quran lagi :
selesai shalat atau aktifitas lainnya dilanjutkan dengan membaca Al Quran
lagi.
- Quran saja ;
mengganti kebiasaan saat santai dengan main HP, game, nonton TV, mendengar
musik dll. dengan menghafal Al Quran saja, sehingga membaca Al Quran
menjadi bagian dari hiburan jiwanya.
- Quran selalu
; selalu mengisi waktu luang dan selalu meluangkan waktu untuk menghafal
Al Quran.
5. Ijtihad; (berjuang sungguh-sungguh) fokus dan serius penuh rasa
ta’dhim (hormat).
6. Tashhih ; (setor hafalan untuk dicatat, diluruskan atau diperbaiki
sampai benar) kepada yang lebih mengerti.
7. Muraja’ah ; (sering mengulang-ulang untuk menguatkan hafalan) baik
sendiri maupun di hadapan orang lain walaupun orang tersebut belum hafidz.
8. Syukur ; syukuri berapa ayat/surat/halamanpun yang sudah dihafal,
tidak melihat berapa ayat/surat/halaman lagi yang harus dihafal.
9. Menetapkan Target ; misalnya hafal 20 surat untuk bacaan shalat, hafal juz 1
dan 30 dalam sebulan, hafidz dalam 2 tahun dll, setidaknya saat meninggal sudah
hafal 30 juz.
E. HAMBATAN-HAMBATAN
- Rasa takut karena belum lancar membaca Al Quran,
padahal Rasulullah SAW-pun menerima Al Quran dalam keadaan ummiy (tidak
pandai tulis baca). Banyak sekali hafidz/hafidzah padahal yang
bersangkutan belum bisa membaca Al Quran. Itulah sebagian dari
keistimewaan Al Quran. Tahsin (membaca dengan baik) itu perlu tapi tashhih
(membaca dengan benar) itu jauh lebih perlu.
- Khawatir hidup susah, tertinggal pelajaran, susah dapat
pekerjaan dan lain-lain. Rizqi itu milik Allah, dunia ini milik Allah.
Langit, bumi dan seluruh isinya adalah milik Allah. Tidak mungkin Allah
SWT menelantarkan hamba-hamba yang mencintai Firman-firman-Nya.
- MALAS karena terbuai dengan kesibukan, kesenangan
materi, selalu merasa lelah dan cape untuk menghafal Al Quran tetapi tetap
semangat untuk melakukan hal lain atau mencari hiburan. Penyakit MALAS
inilah penyebab pertama dikutuknya syetan.
- SOMBONG, karena merasa ibadahnya sudah sempurna dan
menganggap tidak ada gunanya lagi menghafal Al Quran.
Penyakit SOMBONG penyebab kedua dikutuknya
syetan seperti dijelaskan dalam QS. Al Baqarah : 34.
F. LANGKAH-LANGKAH DALAM
MENGHAFAL
- Bersuci/wudlu, agar jiwa kita bersih sehingga dekat
kepada Allah dan saat menghafal dihadiri oleh malaikat Jibril sebagai
pembawa Al Quran. (Lihat QS. Al Waqiah : 19). Dalam HR. Thabrani dari
Maimunah Bt. Sa’ad, Rasul bersabda, “Aku tidak suka bila seseorang tidur
sebelum mengambil wudlu. Aku khawatir ia lantas mati sehingga tidak
dihadiri oleh malaikat Jibril (karena tidak punya wudlu). Rasulullah SAW
mengirim surat kepada pegawainya “Amr Bin Hazm” berisi pesan : Janganlah
menyentuh Al Quran kecuali orang yang dalam kondisi suci (beruwudlu).
(Kitab Al Muwaththa, Imam Malik).
- Berdo’alah memohon dimudahkan dalam menghafal dan
dikuatkan hafalannya. Berikut di antara contoh Do’anya :
Ya Allah, jadikan kami ahli Al
Quran, jadikan kami penghafal Al Quran, jadikan kami pengemban Al Quran,
jadikan kami pengamal Al Quran dan janganlah Engkau jadikan kami orang yang
dilaknat Al Quran. Wahai Allah Yang Maha Pengasih dari yang pengasih.
3.Bacalah sebelum menghafal :
Ta’awwudz, basmalah, Al fatihah dan Al Hijr : 9
4. Mulailah menghafal Juz 30 dimulai
dari surat An Naba, An Nazi’at, ‘Abasa dan seterusnya sampai An Naas, sebagai bekal
bacaan dalam shalat. Selain itu cara tersebut dapat membangun semangat dan
optimisme dalam menghafal Al Quran karena kalau yang panjang sudah hafal yang
pendek akan lebih mudah untuk dihafal. Kemudian Juz 1 dan 29, berlanjut ke Juz
2 dan 28 baru ke juz 3,4,5 dst. sampai khatam. Bagi yang belum
Tahsin (lancar dan bagus bacaannya), hafalan dilakukan dengan metode Talaqqi
(mengikuti bacaan pembimbing) kalimat demi kalimat atau mendengarkan dari
rekaman.
5. Sebaiknya menggunakan Al Quran
pojok dan tidak berganti-ganti mushaf karena tata letak, baris, nomor halaman
dll. dapat membantu mengingatkan dan menguatkan hafalan.
6. Mulailah dengan membaca perlahan
sampai benar, kemudian membaca dengan tempo sedang barulah menghafalkan kata
demi kata, dan kalimat demi kalimat.
7. Tashhihkan secara teratur
hafalannya perhalaman bagi yang sudah Tahsin, minimal per 5 ayat pendek atau
per-2 ayat panjang bagi yang belum Tahsin.
8. Muraja’ah. Shalat sunnat sebagai
media paling efektif untuk muraja’ah. Selain itu sebelum dan sesudah shalat
Shubuh serta sebelum dan sesudah shalat Jum’at terutama sesudah ‘Ashar
menjelang maghrib di hari Jumat, betul-betul waktu yang sangat diberkahi Allah
SWT untuk muraja’ah. Muraja’ah perlu dilakukan dalam berbagai keadaan karena ;
Hafal di hati belum tentu hafal di lisan, hafal sambil duduk belum tentu hafal
sambil berdiri atau berjalan, hafal dengan suara pelan belum tentu hafal dengan
suara dinyaringkan, dan hafal saat baca sendiri belum tentu hafal saat menjadi
imam.
G. KEUTAMAAN HAFIDZ QURAN
- Meraih ridla Allah SWT
- Mendapatkan pertolongan (syafaat) saat dahsyatnya hari
Kiamat
- Memperoleh kenikmatan di dunia dan akhirat yang tiada
bandingannya
- Meraih nikmat kenabian hanya saja dia tidak diberi
wahyu.
- Mendapat Tasyrif Nabawi (penghormatan/diistimewakan
Rasul)
- Para ahli Quran adalah keluarga Allah yang berjalan di
atas bumi (sangat dekat dan dicintai Allah SWT).
- Dipakaikan mahkota dari cahaya di hari kiamat yang
cahayanya seperti cahaya matahari
- Kedua orang tuanya dipakaikan jubah kemuliaan yang tak
dapat ditukarkan dengan dunia dan seisinya
- Dapat jaminan surga (Ahlullah).
- Mendapat derajat dan kedudukan yang sangat tinggi di
surga. Tinggi rendahnya derajat dan kedudukannya di surga tergantung
dengan derajat hafalannya.
- Namanya akan diperkenalkan kepada para malaikat
Muqarrabin dan para penghuni surga yang sangat dicintai Allah.
- Kemuliaannya disejajarkan dengan Malaikat Jibril
- Ahli dzikir paling agung
- Bukti kemu’jizatan Al Quran
- Duta ukhuwah dunia. Saat para hafidz dari berbagai
negara bertemu secara otomatis merasakan persaudaraan yang luar biasa
seakan sudah saling mengenal bertahun-tahun lamanya.
- Dimuliakan Allah SWT. Menghormati penghafal Quran
berarti mengagungkan Allah
- Hati penghafal Quran tidak akan tersentuh api neraka
- Dapat memberikan syafaat kepada 70 orang yang
dicintainya.
- Dibukakan pintu-pintu rahmat
- Makin bertambah keimanannya
- Kuburannya terang benderang
- Haram jasadnya dimakan binatang-binatang tanah
- Tiap satu huruf yang diucapkannya berpahala seperti
berbuat 10 hasanah (kebaikan)
- Setiap bacaannya bernilai dzikir dan shadaqah
- Rumahnya paling indah di sisi Allah
- Pemilik benteng dan perisai hidup paling kuat
- Memperoleh kedudukan yang tinggi di hati orang-orang
soleh.
- Lebih berhak menjadi imam shalat
- Allah membolehkan rasa iri terhadapnya
- Hidupnya penuh kebaikan dan keberkahan
- Pemilik bekal hidup yang paling baik
- Khazanah (sumber) rujukan hukum Islam yang utama
- Difasihkan Allah dalam berbicara
- Ciri orang yang diberi ilmu
- Makin kuat daya ingatnya
- Terhindar dari penyakit pikun dini
- Kecerdasan dan IQ-nya meningkat
- Menjadi hujjah dalam ghazwul fikri (perang pemikiran /
opini)
- Sumber inspirasi (menjadi motivator tersendiri)
sepanjang masa
- Fikiran dan jiwanya menjadi jernih dan tentram
- Memperoleh ketenangan dan stabilitas psikologis
- Mudah diterima ucapannya di depan publik
- Lebih amanah menerima kepercayaan orang lain
- Penerima amanah agung yang tidak sanggup dipikul oleh
gunung sekalipun
- Sehat jasmani dan rohaninya.
- Termasuk golongan manusia terbaik di sisi Allah
- Do’anya mustajab (dikabulkan Allah SWT).
- Dimudahkan dalam mempelajari ilmu-ilmu yang lainnya
- Dimudahkan dalam urusan hidup dunia akhiratnya
- Menyembuhkan berbagai penyakit
- Bukti orang yang mensyukuri nikmat lisan, pendengaran,
penglihatan indra lainnya.
- Setiap hafalan yang dibacakannya merontokan
dosa-dosanya
- Membinasakan kekuatan syetan
- Murajaah dan muddakarah (proses belajarnya) sesaat
lebih utama daripada shalat sunnat 1000 rakaat
- Mati saat berusaha menghafalnya termasuk mati syahid
yang mendapat jaminan surga.